Posted by: el99 | August 1, 2008

TIDUR YG MEMBATALKAN WUDHU

Petikan: Yas’alunaka Fiddin Wal Hayah (terjemahan, penerbit Lentera), Dr Ahmad al-Syarbashi.

Jenis tidur bagaimanakah yang membatalkan wudu? Apakah semata-mata kantuk yang menyerang seseorang yang sedang duduk itu akan membatalkan wudhu?

Para fukaha menetapkan bahwa salah satu perkara yang membatalkan wudhu ialah tidur yang nyenyak dan dengan keadaan normal. Karena, seseorang yang tidur dengan keadaan normal di atas ranjang tidak sadar akan dirinya. Mungkin saja ada angin (kentut) yang membatalkan wudhu yang keluar dari dirinya namun dia tidak mengetahuinya. Oleh karena itu, dia harus memperbaharui wudhunya tatkala hendak mengerjakan sesuatu yang mengharuskan wudhu.

Sebagian fukaha mengatakan bahwa tidur yang ringan tidak membatalkan wudhu. Tidur yang ringan ialah rasa kantuk yang menyerang seseorang tatkala sedang duduk atau berdiri. Para sahabat Rasulullah saw pernah terlihat terkantuk-kantuk kepalanya tatkala sedang menunggu waktu salat Isya, tapi kemudian mereka mengerjakan salat tanpa berwudu lagi. Di dalam sebuah hadis diceritakan bahwa rasa kantuk pernah menyerang para sahabat secara berulang-ulang, namun mereka tidak berwudu karenanya.

Di dalam fiqih Islam disebutkan bahwa tidur yang membatalkan wudu adalah tidur dengan posisi berbaring, karena tatkala seseorang tidur dengan posisi berbaring maka semua persendiannya melemas. Sebuah hadis mengatakan, “Barangsiapa tidur dalam keadaan duduk maka dia tidak mesti berwudu, dan barangsiapa tidur dengan posisi berbaring maka dia wajib berwudu.”

Oleh karena itu, para fukaha mengatakan, “Orang yang tidur dengan menjaga posisi pantatnya tetap menempel pada lantai tempat duduknya maka wudunya tidak batal, walaupun tidurnya itu cukup panjang.”

Diceritakan bahwa ‘Abdullah bin ‘Umar ra terkadang tidur dengan posisi dudul, kemudian dia bangun dan mengerjakan salat tanpa berwudu lagi.

Sebagian fukaha bersikap leras dan mengatakan bahwa semua jenis tidur membatalkan wudu, walaupun hanya sekadar mengantuk yang ringan. Seseorang tidak diharuskan berpegang kepada pendapat ini.


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: